Wednesday, May 7, 2008

Fitur dan Tampilan Baru pada EFW 2.2 Beta 4

Hari ini saya sempat mencoba instalasi EFW 2.2 Beta 4, dari segi fitur dan penambalan bug banyak kemajuan, beberapa fitur yang sudah ada di versi 2.2 Beta 3 ditambah dan diperbaharui, yang ditambah adalah menu static routing editor pada bagian Network

Terus tampilan WebGUI yang lebih cantik.


Adanya Source NAT editor

Pembaharuan pada Upling Editor dan adanya InterZone



serta masih banyak lainnya, ada banyak hal yang perlu dieksplore lebih dalam. Sambil kita menunggu versi stabilnya.

Rilis Endian Firewall 2.2 Beta 4

Endian telah merilis versi 2.2 beta 4 pada tanggal 23 April 2008. Berikut beberapa perubahan yang dilakukan dari versi 2.2 beta 3 :
  • WebGUI baru
  • Penambahan sertifikat openvpn x.509 & dukungan PSK
  • Penambahan ip address statik pada klien openvpn
  • Penambahan Source NAT
  • 60+ bugfixes dan peningkatan fitur lainnya 
Untuk lengkapnya bisa lihat di http://bugs.endian.it/changelog_page.php

Tuesday, May 6, 2008

Membangun HTTP Proxy dengan EFW 2.1.2 part 4

Mengaktifkan autentikasi user di HTTP Proxy

Jika kita ingin mengijinkan hanya user tertentu yang sudah terauntentifkasi yang bisa mengakses http proxy, maka pada bagian Authentication method kita bisa aktifkan, ada 4 metode yang dipakai yaitu : Local, LDAP, Windows(Domain) dan Radius. Autentifkasi tidak bisa bekerja jika kita menggunakan Transparent mode pada HTTP Proxy, oleh karena itu kita harus mematikannya.

  • None, berarti kita mendisable autentikasi, user dapat mengakses website tanpa autentikasi.

  • Local Authentication, lebih cocok jika kita memiliki sedikit user, sesuai untuk SOHO, user harus memasukkan username dan password agar bisa mengakses website, user dan password disimpan di EFW.

  • Authentication using LDAP, lebih cocok jika diimplementasikan pada jaringan dengan skala medium dan besar. Autentikasi dilakukan menggunakan LDAP, dengan LDAP maka kita tidak perlu membuat lagi user database lagi, kita tinggal mengambil dari 1 database yang dikelola oleh LDAP Server. Versi LDAP yang disupport adalah : AD Windows 2000 dan 2003, Novell eDirectory, LDAP versi 2 dan 3

  • Windows authentication, metode ini cocok untuk skala jaringan kecil dan menengah. Autentikasi user menggunakan PDC Server, bisa berupa Windows NT/Windows 2000/2003, bisa juga menggunakan Samba 2.x/3

  • RADIUS authentication, metode ini sesuai untuk jaringan skala kecil dan menengah .

Berikutnya kita hanya akan membahas 2 metode autentikasi yaitu : local, dan LDAP menggunakan OpenLDAP. Pada saat kita mengaktifkan autentikasi apapun, maka global authentication settings akan tersedia. Didalam global setting beberapa parameter harus kita set, antara lain :

  • Number of authentication processes, jumlah background proses yang menlayani permintaan dari user.
  • Authentication cache TTL, waktu berapa lama credential akan dicache untuk setiap sesi tunggal. Jika waktunya sudah expire, harus memasukkan lagi credential untuk sesi ini.
  • Limit of IP addresses per user, jumlah ip address asal user yang dapat login dalam suatu waktu.
  • User/IP cache TTL, waktu dalam menit, berapa lama hubungan antara setiap user dan ip address yang digunakan di cache.
  • Require authentication for unrestricted source addresses, secara default autentikasi dibutuhkan untuk IP Address yang tidak dibatasi. Jika kita tidak mau menggunakan autentikasi untuk address ini, jangan di cek pada kotak ini.
  • Authentication realm prompt, text ini akan muncul dalam kotak dialog autentikasi.
  • Domains without authentication, ini berisi daftar nama domain yang dapat diakses tanpa autentikasi.
  • Source subnet/ip/mac without authentication, subnet network/ip/mac address yang didaftar disini tidak memerlukan autentikasi artinya ipnya dibypass dari autentikasi.

Seting autentikasi user lokal. Pilih pada Authentication, Local. Lalu klik Save, dan masuk lagi ke Authentication method.

Di bagian bawah ada Min password length, panjang password minimum yang dibutuhkan, defaultnya 6 karakter alpanumerik.

Klik tombol User Management untuk masuk ke user manager ,digunakan untuk membuat, mengedit dan menghapus akun user.

Sebagai contoh, kita membuat user baru, masukkan Username, password dan Groupnya, group ada 3 pilihan yaitu Standard, Advanced dan disable. Standard, jika ada pembatasan, maka semua pembatasan yang diberikan akan berlaku untuk group ini. Extended, grup ini untuk user yang tidak dibatasi, dan akan memby-pass semua pembatasan waktu dan filter. Disabled, memilih grup ini berarti user dinonaktifkan untuk sementara untuk tidak bisa digunakan.

Klik Create user, untuk membuat user.


Untuk testing, pake user dan password yang sudah kita buat.
Coba test browsing, akan muncul tampilan sbb :

Berikut adalah tampilan Proxy log :

Seting integrasi autentikasi menggunakan OpenLDAP :
Pilih LDAP dan klik tombol Save.

Lalu masuk ke Authentication method, dan akan muncul tampilan berikut :

Isi Base DN, LDAP Server serta port-nya(defaultnya 389), Klik Save and restart.
Jika kita browse akan muncul autentikasi sbb :

Tampilan Proxy log yang terekam :







Membangun HTTP Proxy dengan EFW 2.1.2 part 3

  1. Untuk pembatasan waktu akses bisa kita set di Time restrictions, disini kita bisa mensetup misal : hanya hari kerja Senin-Jumat, mulai jam 08:00 sampai jam 17:00 boleh akses ke internet, diluar itu akan diblok akses ke http proxy.

  1. Untuk pembatasan besar file download atau upload, masuk ke bagian Transfer limits, Isi Max download size maupun Max upload size yang kita inginkan, untuk membatasi besar file yang diperbolehkan untuk didownload atau di upload lewat http proxy. Ukuran dalam KB, misal 2048 berarti 2 MB.

  1. Tampilan pesan kesalahan jika kita mendownload/mengupload file melebihi kuota yang sudah kita set diatas.

  1. Berikutnya adalah setting Mime type filter,

MIME type filter dapat dikonfigurasi untuk memblok konten bergantung tipe MIME-nya. Jika kita aktifkan maka filter akan mencek tipe MIME dari semua header yang masuk. Jika cocok dengan tipe yang ada di daftar yang sudah kita masukkan maka akses ke konten yang bersangkutan akan diblok.

  1. Untuk memgijinkan hanya browser tertentu yang kita ijinkan bisa digunakan untuk mengakses website lewat http proxy, kita set dibagian Web Browser. Cek Enable Browser check, selanjutnya anda bisa memilih klien web browser yang diperbolehkan untuk digunakan dalam mengakses website. Misalnya : Browser Safari, Internet Explorer, Firefox, dll.

Membangun HTTP Proxy dengan EFW 2.1.2 part 2

Bagian berikutnya, network based access control(masih berada di HTTP Proxy), di bagian ini kita bisa mengontrol ip address atau network address mana saja yang boleh mengakses http proxy, berikut ada beberapa opsi yang disediakan, yaitu :
  • Allowed subnets, subnet network yang didaftar diijinkan untuk mengakses http proxy. Jika tidak terdaftar dalam list ini akan diblok.
  • Sources which bypass the transparent proxy,semua subnet/ip address dan mac yang terdaftar akan diijinkan untuk membypass http proxy, akan langsung dapat mengakses URL tanpa proxy.
  • Destinations to which the transparent proxy is bypassed, sama dengan yang sources, namun ini diset untuk tujuannya, jadi semua tujuan yang kita masukkan di list ini akan dibypass tidak melalui proxy.
  • Unrestricted MAC addresses, semua IP Address yang terdaftar akan membypass semua pembatasan dari rule berikut ini :

      • Time restrictions
      • Size limits for download requests
      • Download throttling
      • Browser check
      • MIME type filter
      • Authentication
      • Concurrent logins per user
  • Banned IP addresses or subnets, semua permintaan akses dari klien-klien IP Address yang terdapat dalam daftar ini akan diblok.
  • Banned MAC addresses, semua permintaan akses dari klien-klien MAC Address yang terdaftar dalam dalam ini akan diblok.

Catatan : Format MAC addresses yang bisa ditulis : 00-00-00-00-00-00 atau
00:00:00:00:00:00 dan jangan lupa melakukan save and restart untuk mengaktifkan perubahan pada http proxy.

Blog beni-santoso.blogspot.com telah memiliki alamat dan hosting baru dengan alamat www.benisantoso.info