
Terus tampilan WebGUI yang lebih cantik.

Adanya Source NAT editor

Pembaharuan pada Upling Editor dan adanya InterZone


serta masih banyak lainnya, ada banyak hal yang perlu dieksplore lebih dalam. Sambil kita menunggu versi stabilnya.
Berbahagialah orang yang mendapat hikmat, orang yang memperoleh kepandaian,karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.





WebGUI baru
Penambahan sertifikat openvpn x.509 & dukungan PSK
Penambahan ip address statik pada klien openvpn
Penambahan Source NAT
60+ bugfixes dan peningkatan fitur lainnya
Jika kita ingin mengijinkan hanya user tertentu yang sudah terauntentifkasi yang bisa mengakses http proxy, maka pada bagian Authentication method kita bisa aktifkan, ada 4 metode yang dipakai yaitu : Local, LDAP, Windows(Domain) dan Radius. Autentifkasi tidak bisa bekerja jika kita menggunakan Transparent mode pada HTTP Proxy, oleh karena itu kita harus mematikannya.
None, berarti kita mendisable autentikasi, user dapat mengakses website tanpa autentikasi.
Local Authentication, lebih cocok jika kita memiliki sedikit user, sesuai untuk SOHO, user harus memasukkan username dan password agar bisa mengakses website, user dan password disimpan di EFW.
Authentication using LDAP, lebih cocok jika diimplementasikan pada jaringan dengan skala medium dan besar. Autentikasi dilakukan menggunakan LDAP, dengan LDAP maka kita tidak perlu membuat lagi user database lagi, kita tinggal mengambil dari 1 database yang dikelola oleh LDAP Server. Versi LDAP yang disupport adalah : AD Windows 2000 dan 2003, Novell eDirectory, LDAP versi 2 dan 3
Windows authentication, metode ini cocok untuk skala jaringan kecil dan menengah. Autentikasi user menggunakan PDC Server, bisa berupa Windows NT/Windows 2000/2003, bisa juga menggunakan Samba 2.x/3
RADIUS authentication, metode ini sesuai untuk jaringan skala kecil dan menengah .
Berikutnya kita hanya akan membahas 2 metode autentikasi yaitu : local, dan LDAP menggunakan OpenLDAP. Pada saat kita mengaktifkan autentikasi apapun, maka global authentication settings akan tersedia. Didalam global setting beberapa parameter harus kita set, antara lain :
Seting autentikasi user lokal. Pilih pada Authentication, Local. Lalu klik Save, dan masuk lagi ke Authentication method.
Di bagian bawah ada Min password length, panjang password minimum yang dibutuhkan, defaultnya 6 karakter alpanumerik.
Klik tombol User Management untuk masuk ke user manager ,digunakan untuk membuat, mengedit dan menghapus akun user.
Sebagai contoh, kita membuat user baru, masukkan Username, password dan Groupnya, group ada 3 pilihan yaitu Standard, Advanced dan disable. Standard, jika ada pembatasan, maka semua pembatasan yang diberikan akan berlaku untuk group ini. Extended, grup ini untuk user yang tidak dibatasi, dan akan memby-pass semua pembatasan waktu dan filter. Disabled, memilih grup ini berarti user dinonaktifkan untuk sementara untuk tidak bisa digunakan.
Klik Create user, untuk membuat user.






Untuk pembatasan waktu akses bisa kita set di Time restrictions, disini kita bisa mensetup misal : hanya hari kerja Senin-Jumat, mulai jam 08:00 sampai jam 17:00 boleh akses ke internet, diluar itu akan diblok akses ke http proxy.
Untuk pembatasan besar file download atau upload, masuk ke bagian Transfer limits, Isi Max download size maupun Max upload size yang kita inginkan, untuk membatasi besar file yang diperbolehkan untuk didownload atau di upload lewat http proxy. Ukuran dalam KB, misal 2048 berarti 2 MB.
Tampilan pesan kesalahan jika kita mendownload/mengupload file melebihi kuota yang sudah kita set diatas.
Berikutnya adalah setting Mime type filter,
MIME type filter dapat dikonfigurasi untuk memblok konten bergantung tipe MIME-nya. Jika kita aktifkan maka filter akan mencek tipe MIME dari semua header yang masuk. Jika cocok dengan tipe yang ada di daftar yang sudah kita masukkan maka akses ke konten yang bersangkutan akan diblok.
Untuk memgijinkan hanya browser tertentu yang kita ijinkan bisa digunakan untuk mengakses website lewat http proxy, kita set dibagian Web Browser. Cek Enable Browser check, selanjutnya anda bisa memilih klien web browser yang diperbolehkan untuk digunakan dalam mengakses website. Misalnya : Browser Safari, Internet Explorer, Firefox, dll.
Catatan : Format MAC addresses yang bisa ditulis : 00-00-00-00-00-00 atau
00:00:00:00:00:00 dan jangan lupa melakukan save and restart untuk mengaktifkan perubahan pada http proxy.