Saturday, March 22, 2008

Membangun Instant Messaging menggunakan Open Fire Part 1

Dewasa ini penggunaan Instant Messaging(IM) seperti Yahoo, MSN, ICQ, dan beberapa IM lainnya menduduki peringkat yang dominan disamping kegiatan browsing. Menurut beberapa survey di internet ada 3 besar penggunaan Internet secara umum, yaitu : browsing, chating dan email. Di Indonesia penggunaan IM sendiri sudah sangat dominan, salah satu sumber terbesar adalah dari kantor-kantor maupun warnet-warnet yang bertebaran di pelosok negeri ini. Karena makin masifnya penggunaan IM di kantor-kantor dan makin kaya-nya fitur-fitur yang tersedia di IM yang ada dewasa ini, membuatnya penggunaaan bandwidth yang tersedia menjadi meningkat cukup signifikan.

Salah satu yang cukup signifikan adalah penggunaan IM antar karyawan di perusahaan yang sama, jika perusahaan tersebut cukup besar, maka penggunaan IM internal sangat membantu mengurangi penggunaan bandwidth yang tidak perlu, kita tahu bahwa hampir rata-rata IM yang populer ada diluar Indonesia. Walaupun mungkin mereka meletakkan server di Indonesia, namun penggunaan bandwidth tetap cukup signifikan.

Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah dengan membangun IM Internal sendiri. Ada banyak pilihan software yang tersedia, baik bersifat open source maupun komersil. Salah satu yang akan saya bahas disini adalah penggunaan IM open source berbasis protokol Jabberd atau dikenal dengan protokol XMPP(Extensible Messaging and Presence Protocol). Jabberd sendiri pada mulanya dikembangkan oleh Jeremie Miller pada tahun 1998, jabberd adalah nama kode pemrograman untuk Jabber. Jabberd sendiri kemudian memiliki banyak varian dan dikembangkan oleh banyak orang di komunitas open source, seperti jabber, jabberd14, jabberd2, openfire(dulu namanya wildfire) dan masih banyak yang lainnya.

Standar protokol XMPP yang digunakan oleh server - server IM berbasis Jabberd, kemudian diformalisasi oleh IETF pada tahun 2002-2004, menjadi standard teknologi XML terbuka untuk protokol komunikasi instant messaging dan komunikasi real time. Standard ini kemudian menjadi standard terbuka yang dipakai secara meluas tidak hanya oleh server-server berbasis Jabberd dan bahkan dipakai secara meluas oleh software IM lainnya. Beberapa perusahaan besar yang mendukung protokol ini adalah IBM, Google, Jive Software, Apple, LiveJournal, dll.

Open Fire yang akan saya bahas ini, merupakan IM open source yang dikembangkan oleh Jive Software. IM ini sebelumnya menggunakan nama Wildfire. Dengan perkembangan waktu team Jive Software mengubah namanya menjadi OpenFire. Lisensi Openfire terbagi 2 yaitu GPL dan Komersil. Perbedaannya terletak pada plugin saja. Versi komersil menyediakan plugin komersil seperti : Spark WebChat(chating via web) dan Enterprise plugin terdiri dari clustering, reporting, archiving tool, dll.

OpenFire running di 3 platform Operating System, yaitu : Windows, Linux/UNIX, dan MAC. Instalasi dan administrasinya saya rasa cukup mudah dan simpel. Kita hanya butuh JRE(Java Runtime Environment) versi 1.5 keatas untuk instalasi openfire. Saat ini versi stabil terakhir dari Openfire adalah versi 3.4.5, sedang versi 3.5.0 RC1(Rilis Candidate) sudah tersedia juga. Fitur-fitur baru terus bertambah pada Openfire. Beberapa fitur yang ada di openfire :
  • Dapat diintegrasi dengan Database(MySQL, Oracle, MSQL, PostgreSQL, dll) maupun LDAP.
  • Dapat dijadikan IM Publik Gateway ke IM lainnya(seperti : AIM, GoogleTalk, MSN, Yahoo, dll).
  • Dapat diintegrasikan dengan Asterisk(VOIP-PBX).
  • Memiliki Content Filtering, MOTD(Message of the day), Registration(jika harus registrasi), User Export Import, Transfer File(bahkan ada Transfer File Disabler), Search, SIP Phone Plugin, dll.
  • Kemampuan Invisible juga sudah tersedia di versi 3.5.0 RC1.
  • Dan masih banyak fitur lainnya.
Publish Post

No comments:

Blog beni-santoso.blogspot.com telah memiliki alamat dan hosting baru dengan alamat www.benisantoso.info